Jakarta, 26 Agustus 2026 – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berkolaborasi dengan SMA Kolese Gonzaga menyelenggarakan lomba sains nasional bernama Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) Gonzaga College 2026. Kompetisi bertema “Sapientia Viridis” (kebijaksanaan hijau) ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan inovasi berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi atas berbagai permasalahan lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat.
Kegiatan peluncuran kompetisi ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Stella Christie. Kompetisi ini dilatarbelakangi keprihatinan bersama terhadap berbagai fenomena alam yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk bencana kebakaran hutan. Sebab, dampak kebakaran hutan tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
Menurut World Health Organization (WHO), asap kebakaran hutan mengandung partikel halus (PM2.5) dan berbagai polutan yang dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk gangguan pernapasan dan penyakit jantung. Paparan asap juga dapat berdampak terhadap fungsi otak serta kesehatan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Dari sisi lingkungan, kebakaran hutan juga melepaskan karbon dioksida dan gas rumah kaca dalam jumlah besar, serta mengurangi kemampuan hutan sebagai penyerap karbon alami. Kondisi tersebut dapat memperburuk perubahan iklim, menurunkan keanekaragaman hayati, merusak habitat satwa, serta mengganggu kualitas tanah dan sumber daya air.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Kalbe melalui komitmen keberlanjutan Bersama Sehatkan Bangsa memandang penting dukungan terhadap berbagai upaya yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan akses kesehatan, tetapi juga melalui dukungan terhadap inovasi yang memberikan dampak positif bagi kesehatan dan lingkungan.
“Kalbe berkomitmen untuk terus mendukung inovasi yang berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, Kalbe turut mendukung inovasi yang lahir dari anak-anak pelajar SMA yang berkompetisi dalam kompetisi STEAM, untuk bersama mengentaskan permasalahan lingkungan,” ujar Head of Corporate Sustainability PT Kalbe Farma Tbk, Abi Nisaka.
Selain menjadi wadah pengembangan inovasi, kompetisi STEAM Gonzaga College 2026 juga menjadi sarana untuk mendorong terbentuknya budaya berpikir ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan STEAM dan pemanfaatan teknologi, para pelajar didorong untuk melihat permasalahan di lingkungan sekitar serta mengembangkan solusi berdasarkan proses ilmiah.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Stella Christie, menekankan pentingnya membangun budaya riset sejak jenjang sekolah. Menurutnya, proses tersebut dapat dimulai dengan mendorong siswa untuk memiliki rasa ingin tahu, berani mengajukan pertanyaan, serta mencari jawaban berdasarkan data. “Inilah budaya riset yang perlu dibangun sejak sekolah, yakni membuat siswa berani bertanya, memikirkan kualitas pertanyaannya, serta mencari jawaban berdasarkan data secara sistematis,” tutur Prof. Stella.
Sementara itu, Kepala SMA Kolese Gonzaga, Pater Eduard Calistus Ratu Dopo S.J., M.Ed., mengatakan bahwa lembaga pendidikan memiliki peran dalam mendampingi rasa ingin tahu anak muda, termasuk dalam upaya menjaga lingkungan. “Ketika muncul rasa ingin tahu pada anak muda untuk menjaga lingkungan, tugas kami di lembaga pendidikan adalah mendampingi mereka dengan pendekatan compassion (belas kasih). Melalui sains, anak-anak dilatih untuk belajar, sementara seorang pemimpin dibentuk untuk melayani dengan kebijaksanaan,” tambah Pater Eduard.
Melalui kolaborasi antara Kalbe dan SMA Kolese Gonzaga, lomba sains nasional berbasis STEAM Gonzaga College 2026 diharapkan dapat menjadi ruang bagi pelajar. Dalam hal ini, untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah sekaligus menghasilkan inovasi yang relevan dengan tantangan lingkungan. Upaya tersebut sejalan dengan semangat untuk mendorong generasi muda berkontribusi melalui sains, teknologi, dan inovasi, dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.